Kleptomania

 on Kamis, 19 Maret 2009  

Apa itu Kleptomania ?
Kleptomania (bahasa Yunani: kleptein, “mencuri”, μανία, “mania”) adalah penyakit jiwa yang membuat penderitanya tidak bisa menahan diri untuk mencuri. Benda-benda yang dicuri oleh penderita kleptomania umumnya adalah barang-barang yang tidak berharga, seperti mencuri gula, permen, sisir, atau barang-barang lainnya.

Sang penderita biasanya merasakan rasa tegang subjektif sebelum mencuri dan merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah mereka melakukan tindakan mencuri tersebut. Tindakan ini harus dibedakan dari tindakan mencuri biasa yang biasanya didorong oleh motivasi keuntungan dan telah direncanakan sebelumnya.
Penyakit ini umum muncul pada masa puber dan ada sampai dewasa. Pada beberapa kasus, kleptomania diderita seumur hidup.

Penderita juga mungkin memiliki kelainan jiwa lainnya, seperti kelainan emosi, Bulimia Nervosa, paranoid, schizoid atau borderline personality disorder.[1] Kleptomania dapat muncul setelah terjadi cedera otak traumatik dan keracunan karbon monoksida.

Berikut ini tips-tips sederhana berperang melawan kleptomania. Bagi guru, orangtua, dan pengasuh, penting mengerti cara-cara menundukkan kleptomania agar anak-anak kita terhindar dari penyakit ini.

Biasakan anak bersikap jujur. Mengajari sikap jujur yang paling efektif adalah memberi teladan. Orangtua, guru, pengasuh pertama kali harus memberi contoh sikap jujur kepada anak. Contoh, jika anak ingin mempunyai mainan, sementara orangtua tidak memiliki uang, katakan dengan perkataan yang santun bahwa ayah dan ibu belum punya uang untuk membeli. Tidak bijak kiranya anak dibujuk-bujuk, ditakut-takuti. Apalagi orangtua meminjam barang temannya tanpa sepengetahuan anak, lalu memberikan kepada anak dan mengatakan ini pemberian ayah atau ibu.
Sikap tegas dalam menghormati hak milik orang lainàDalam bermain, anak perlu pengawasan. Pengawasan dalam arti kontrol. Jika anak memakai benda, mainan temannya, ia harus disadarkan segera bahwa itu milik temannya. Ia harus diajari menjaga, merawat dan mengembalikan setelah selesai. Jika terjadi kerusakan atau kehilangan, anak wajib diajari memperbaiki atau menggantinya.

Tumbuhkan sikap antikleptomaniaàCara orangtua, guru, pengasuh harus konsisten memberi penguatan. Jika anak melanggar ia perlu mendapat sanksi yang proporsional. Jika melakukan hal yang baik, perlu mendapat reward. Reward tidak harus berupa pemberian barang, bisa pujian, ucapan afirmatif semisal, “Nah, ini baru anak papa mama”,”Anak cerdas” atau pujian yang positif lainnya.

Penyebab: Sampai hari ini belum diketahui penyebabnya secara pasti.
Penanganan
1. Sebagaimana dengan masalah penguasaan diri lainnya, penderita kleptomania mesti mengakui perbuatannya secara terbuka. Segala sesuatu yang dirahasiakan akan memperkuat dorongan untuk melakukannya.
2. Ia membutuhkan dorongan teman dan perlu membentuk tim pendukung; kepada merekalah ia mempertanggungjawabkan perbuatannya. Misalkan, sebelum ia pergi mengunjungi toko, ia harus menghubungi seorang teman dan memintanya mengecek setelah ia keluar dari toko.
3. Ia harus mengakui ketidakmampuannya di hadapan Tuhan dan melihat masalah ini sebagai problem. Dengan kata lain, ia harus melawan keinginannya untuk menyangkali masalah. Ia mesti meminta pertolongan Tuhan setiap hari. Dengan kata lain, ia harus berjalan dengan Tuhan.
4. Firman Tuhan berkata, “Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab Tuhan menopang aku!” (Mazmur 3:6) Dengan kata lain, penderita kleptomania harus mempertahankan kehidupan batiniah yang tenteram. Keresahan atau kecemasan memperbesar kemungkinan ia mengulangi perbuatannya.
Kleptomania 4.5 5 hery_wae Kamis, 19 Maret 2009 Apa itu Kleptomania ? Kleptomania (bahasa Yunani: kleptein, “mencuri”, μανία, “mania”) adalah penyak...


Tidak ada komentar: